Cerita ini saya rekomendasikan untuk pencinta Kingdom Hearts. Please note that I don't really own KINGDOM HEARTS, I just borrowing Roxas-Axel-Xion, thank you :)
Cerita 'ni bermula dari Kota Twilight.
Disini ada 3 orang yang sangat akrab, mereka adalah Roxas, Axel dan Xion. Mereka selalu makan es krim bersama di puncak Menara Stasiun.
Suatu hari, Kota Twilight terlibat dengan sebuah peperangan. Kota ini tidak pernah menyiapkan suatu tentara atau sebagainya. Tapi beberapa orang pernah mendengar tentang sebuah kelompok yang bisa membantu kota Twilight untuk perang. Akhirnya salah satu orang dipilih untuk menemui Roxas, Axel, dan Xion. Mereka menemui gubernur Kota dan memutuskan untuk ikut bertarung.
Seminggu sebelum perang, trio ini berlatih untuk perang nanti. Roxas berlatih menggunakan Keyblade2nya (Oblivion dan Oathkeeper), Axel melatih api2nya, dan Xion melatih sihirnya. Tapi mereka tentunya istirahat setiap kali mereka selesai latihan. Sebenarnya, mereka deg2an. "Hey, menurut kalian,, apakah kita memenangkan perang nanti?" tanya Roxas kepada teman2nya. "Mungkin saja. Tapi kita sebaiknya lebih banyak berharap untuk bisa memenangkannya," jawab Xion. "Hey Roxas, tenang saja! Kita 'kan sudah latihan, pasti kita bisa. Ayolah--Demi Kota Twilight!" Semua langsung bersemangat setelah Axel mengatakan itu. Akhirnya hari minggu, hari sebelum pertempuran...
Mereka hanya latihan sebentar, dan langsung makan es krim bersama di puncak Menara Stasiun.
Roxas yg paling deg2an. Tapi karena dingin dari es yang dimakannya membuat rasa deg2annya berkurang. Sejenak mereka terdiam karena kebingungan mencari topik untuk mengobrol, tapi kemudian Axel melihat ke matahari sore di kota itu. "Hey, apakah ini akan menjadi saat2 terakhir kita untuk hidup?" Semua terkaget oleh perkataan Axel. "Apa yang membuatmu berpikir seperti itu?" tanya Roxas. Xion menghibur semuanya. "Sudahlah, kita bicara tentang yg lain saja.. Daripada ngomong tentang kyk beginian, nanti malah gk konsen nanti pas perang! (yah ampun pake bhs gaul)" Mereka kemudian melanjutkan memakan es krimnya.
Malamnya..Axel tidak bisa tidur, Xion biasa2 saja, dia sudah tidur. Roxas? Axel mengunjungi kamar Roxas dan tidak menemukannya di dalam kamar Roxas, tapi di luar. Axel memutuskan untuk menemui Roxas. "Hey Roxas, tidak bisa tidur?" Ya, Roxas juga tidak bisa tidur seperti Axel. "Aku kepikiran terus tentang perang besok.." Dia (Roxas) tidak yakin kalau mereka bisa memenangkan perang nanti.. Kalau kalah bisa2 terjadi sesuatu di Kota Twilight ini... "Hey, sudahlah. Xion benar. Tidak usah terlalu dipikirkan dan lebih banyak berharaplah kalau kita bisa menang," hibur Axel. Setelah Axel mengatakan ini, Roxas menjadi lebih yakin. Lalu mereka beranjak tidur.
Akhirnya hari perang tersebut telah tiba..
Perang ini adalah antara Pulau Destiny dengan Kota Twilight. Roxas, Axel dan Xion mulai pergi ke tempat yang dijanjikan untuk bertarung. Tapi ternyata mereka diberi waktu sebentar untuk mempersiapkan diri. Jadi trio itu mulai berlatih. Setelah waktu sebelum perang berakhir, trio itu mulai mempersiapkan senjata2 mereka. Oblivion dan Oathkeeper Roxas, Senjata Axel, dan Xion sudah siapkan sihir pilihannya. Akhirnya datanglah tentara dari Pulau Destiny itu.....
Roxas, Axel dan Xion sudah mulai deg2an dan bersiap. Datanglah mereka.. (Hehe tambah deg2an)
Ternyata yang datang hanyalah 2 orang. Bisa tebak? Mereka adalah Sora dan Riku. HANYA mereka. Trio Twilight kaget, tapi tidak meremehkan Duo Destiny itu (Sora dan Riku). 'Pastinya mereka yang paling kuat dari Pulau itu..' pikir Axel. Sora membawa Kingdom Key-nya, dan Riku membawa Soul Eater-nya. Riku berkata kepada Sora, "Hey, apa menurutmu mereka akan kalah?" dan Sora menjawab, "Aku gk tau dengan pasti, tapi kita lebih baik berharap agar mereka kalah!"
Dan.... PERTARUNGAN PUN DIMULAI!!
Pertarungan segera dimulai, tapi ternyata ada ketentuannya.. (??) yaitu masing2 anggota harus memilih orang yg akan mereka lawan. Boleh 1 lawan 1, 2 lawan 1, dst. Dan..
Roxas dan Xion memilih Sora, dan Axel memilih Riku. Mereka melawan diri mereka masing2. Pertarungan pun benar2 dimulai!
Kelihatannya Xion hanya akan membantu Roxas untuk menyembuhkan luka2 Roxas.. Tapi Xion juga membantu Roxas menyerang. Sora tidak menyerah. Tapi anehnya, dia hanya menyerang Roxas, dan tidak menyerang Xion. Roxas mulai merasa agak aneh... Tapi dia tetap melanjutkan pertarungannya dengan Sora.
Axel dengan semangat melawan Riku. Mereka bisa saja mendapat hasil seri karena mereka berdua bisa menggunakan api. Riku menggunakan api kegelapannya. Kelihatannya Riku bisa memainkan Soul Eater-nya dengan handal dan hampir membuat Axel kewalahan, tapi Axel tidak menyerah. Dia mengeluarkan semua yang telah dia latih dalam latihannya. Tapi setiap luka mereka biarkan.
Kelihatannya lancar juga battlenya.. Sampai akhirnya--
Sora sekarat, Roxas dan Xion telah mendapatkan kesempatan mereka untuk membunuh Sora. Xion ingin2 saja membunuh Sora karena tadi dia (Sora) juga menyerang Roxas sangat keras sampai Roxas luka berat, tapi untungnya Xion bisa menyembuhkannya. Tapi Roxas? Dia seperti merasa kasihan.. "Kenapa..kamu tidak membunuhku..sekarang..? Cepatlah! Untuk kemenangan kalian...dalam duel kita ini..." kata Sora kepada Roxas dan Xion. "Ayo Roxas bunuh dia!" bisik Xion kepada Roxas. Sekarang Roxas bingung. Xion ingin sekali membunuh Sora, tapi Roxas merasa tidak mendapatkan apa2 jika Sora dikalahkan. Kalau Roxas tidak membunuh Sora, dia akan mengecewakan Xion... Akhirnya Roxas memutuskan-- "Aku tidak bisa membunuhmu, Sora.." kata Roxas kepada Sora, kemudian menggunakan 'Curaga' kepada Sora. "Aku.. Merasakan sesuatu di dalam diriku ini... Kalau aku membunuhmu, rasanya diriku akan lebih kosong lagi.... Lebih baik, kalau kita berdamai saja.. Itu yang kurasakan," kata Roxas.. Xion terharu karena ucapan Roxas itu.
Xion yg mendengar keputusan Roxas yg bijak itu terharu dan mulai menyadari kalau pikirannya tidak bisa dikontrol setiap kali dia melihat Roxas diperlakukan dengan cara yang tidak adil. Dia sedikit menyesal. Xion meminta maaf kepada Sora karena dia (Xion) sebenarnya ingin Sora dibunuh oleh Roxas. Tentu saja Sora memaafkannya. Akhirnya mereka berdamai. Tapi bagaimana dgn Riku dan Axel?
Pertarungan antara Riku dan Axel masih berlanjut. Mereka berdua sudah sekarat tapi sepertinya mereka tidak menghiraukan keadaan mereka. Mereka terus menyerang dan menyerang walaupun kondisi mereka sudah tidak memungkinkan untuk bertarung. Mereka kelihatannya memandang satu sama lain dengan pandangan yg kejam dan kosong.. Apa mereka benar2 ingin bertarung sampai mati!?
"Axel! Sudah cukup---" teriak Roxas kepada Axel. Axel tidak mendengar. "Riku.. Sudah selesai. Pertarungan sudah selesai Riku!" Sora melakukan hal yg sama seperti Roxas kepada Riku. Riku jg tidak mendengarnya. Sora berlari menuju Riku untuk menghentikannya. Tapi saat dia di dekat Riku, Riku menyerang Sora. Refleks, Sora menghindarinya. Tapi Sora terkejut. "Jangan ganggu aku. Ini pertarunganku sendiri, dan aku harus mengalahkannya.." Kata Riku kepada Sora. Sora makin terkejut. Apa yang terjadi kepada Riku? Apakah hal yang sama terjadi kepada Axel? Roxas mencoba mendekati Axel, dan Axel melakukan hal yang sama dengan Riku. "Pergilah. Biarkan aku.. Hari ini, dia harus MATI dan harus dibunuh oleh tangan ku sendiri," kata Axel kepada Roxas.
Sebenarnya apa yang terjadi dengan Riku dan Axel ini??
Mereka melanjutkan pertarungan dengan luka2 yg telah diterima saat pertarungan sebelumnya. Rasa semangat Axel di awal pertarungan berubah menjadi rasa benci yang hebat kepada Riku. Sedangkan Riku sangat serius dalam bertarung, dan dia telah menemukan motto baru: Semua musuh yang dia (Riku) lawan harus MATI. Dengan cara apapun dia harus membunuh musuhnya. Inilah yang membuat Riku ingin Axel terbunuh. Roxas dan Sora tidak tahu apa yang hrs mereka lakukan untuk menghentikan Riku dan Axel. Xion juga tidak bisa berbuat apa2.
Pertarungan antara Riku dan Axel masih berlanjut, dan Roxas dan Sora tidak tahu harus berbuat apa. Riku menyerang Axel, Axel bertahan. Axel menyerang dengan apinya, ditangkis dengan api kegelapan Riku. Yang unggul saat ini adalah Riku, sedangkan Axel hampir menyerah. Tapi dia tidak mau menarik kembali kata2nya yg telah dia ucapkan ke Roxas bahwa dia akan membunuh Riku. Roxas melihat keadaan Axel dari kejauhan. "Axel.. Padahal dia sudah tidak mungkin bisa melanjutkan pertarungan... Sora, apa kau bisa menghentikan Riku!?" Sora hanya diam. "Tidak bisa, tauk.. Tdi barusan aku usaha berhentiin Riku jg.. Lupa yah? Yg bisa kita lakukan sekarang hanyalah menonton. Kalau kamu NEKAT mau lawan Riku, siaplah menghadapi ajalmu," kata Sora. Roxas tidak mau Axel mati. Akhirnya Roxas memikirkan cara untuk menghentikan Riku. Dan terpikirlah sesuatu..
Roxas berhasil memikirkan suatu rencana untuk menghentikan pertarungan Axel dan Riku. Di memberitahunya kepada Xion. "Xion.. Aku sudah tau cara menghentikan pertarungan mereka. Begini: Nanti aku yg akan menghadapi Riku. Sebelum aku mulai menyerang, ambil Axel kesini dan sembuhkan dia. Ini demi.. Persahabatan kita," kata Roxas. "Apa!? Roxas, kau lupa dengan apa yg Sora katakan tadi!?" "Aku tahu, tapi aku 'kan sudah bilang--Ini demi persahabatan kita bertiga. Mungkin aku akan mati, tapi setidaknya Axel selamat dan dia bisa menjagamu.. Baiklah, jalankan rencananya!" Roxas langsung menghadapi Riku dan melindungi Axel.
Apa yg akan terjadi selanjutnya?
Axel sudah sekarat dan tidak bisa melanjutkan pertarungan, tapi Riku mendesak dia untuk bertarung melawan dia. Roxas tidak bisa membiarkan ini, jd dia memikirkan suatu rencana untuk menyelamatkan Axel, yaitu dengan menghadapi Riku dan meminta Xion menyembuhkan Axel.
Axel akhirnya dilindungi oleh Roxas, dan dia kaget. "H-Hey, Roxas!? Apa yang kau--lakukan!?" Roxas tidak menjawab dan meminta Xion untuk menyelamatkan Axel. Saat Axel mau dibantu bangun oleh Xion, "Ayo Axel, sini.. Biar ku sembuhkan luka2mu," kata Xion kepada Axel. Axel memberontak. Dia tidak mau membiarkan Roxas melawan Riku. Axel membujuk Roxas untuk tidak melawan Riku. Tapi.. "Axel! Sudahlah, aku sudah meyakinkan diriku untuk melakukan ini demi persahabatan kita. Kamu tidak usah menolongku, kamu terluka. Dan beberapa anggota tubuhmu membutuhkan waktu untuk sembuh total. Kau istirahat saja, biarkan aku yg menyelesaikan pertarungan ini!!" Kata Roxas. Dia langsung menyiapkan kedua keyblade-nya-Oathkeeper dan Oblivion-dan mulai menyerang Riku. "Jd kau mau nekat melawanku? Hmph, kalau begitu coba kalahkan aku!!" Riku juga menyambar Roxas.
Untungnya Roxas mempunyai pola bertarung yang agresif, sehingga dia (Roxas) lebih unggul dalam pertarungan ini. Riku tidak menyerah. Dia menggunakan semua taktik bertarung terbaiknya tapi hampir semua taktiknya gagal. Sora yang menonton pertarungan mereka itu terkesan. Roxas mungkin sudah terluka, tapi dia bisa menggunakan Curaga, sedangkan Riku tidak bisa, elixir-nya sudah habis untuk pertarungannya yg sebelumnya. Akhirnya Riku terpojok. Inilah kesempatan Roxas untuk membunuh Riku. "Aku..masih bisa..." kata Riku. "Tidak Riku, kamu sudah tidak bisa melanjutkannya lagi. Riku.. Aku merasakan aura kegelapanmu kambuh lagi. Baiklah, kuberi kesempatan kepadamu untuk membunuhku," kata Roxas sambil memberikan 'Cure' kepada Riku. Roxas menjatuhkan keyblade2nya dan menutup mata sambil menunggu Riku membunuhnya. "... Hahaha.. Kau bodoh sekali, SEKARANG MATILAH!!"
*BLOCKED*
.....Apa yang terjadi dengan Roxas?
.....Roxas masih menutup matanya, dan masih merasakan kalau dia masih hidup... Tp knp? Pdhl dia memberikan dirinya utk dibunuh. Roxas ingin mencari tahu ttg itu, dan dengan pelan dia membuka matanya. Ternyata....
!? Ada Sora didepannya? Sepertinya Roxas tidak dibunuh.. Malah serangan Riku di terima oleh Sora. Sora terluka berat dan menanyakan kepada Roxas apakah dia (Roxas) tidak apa-apa. "Sora, apa yang kau lakukan!? Harusnya aku yang dibunuh, tapi kenapa kamu--??!" Sora menjawab: "Aku..tidak mau kamu terbunuh.. Aku paham perasaan Axel. Tpi mungkin bukan sahabatmu, tapi.. Aku tidak akan merasa lengkap kalau kamu mati..Aku bukan apa-apa kalau kamu tidak ada, jadi..." Roxas merenungkan kata2 Sora itu kepada dirinya. Sementara Riku--Yang menyerang Roxas tapi diblock oleh Sora--langsung sadar kalau dia sudah melukai temannya dengan parah. Aura kegelapannya meredup, dan Riku mulai sadarkan diri. Dia langsung menolong Sora, tapi parahnya, Soul Eater Riku masih menancap di dada Sora (Ooooooh paraah maksudnya sadis ^^") "S-Sora!? Apa yang terjadi dgnmu!? Apa yg terjadi dgnku!!??" Sora tidak bisa menjawab karena dia sudah sekarat, tapi Roxas yang menjawab: "Kamu tidak bisa mengkontrol dirimu dan kamu mau membunuhku. Aku yg memberikan diriku utk di bunuh, tp Sora menyelamatkanku dgn menerima seranganmu itu, dan inilah jdnya," kata Roxas. Riku sangat menyesal atas yg telah dia lakukan kepada Sora. Soul Eater Riku sudah dilepaskan dari diri Sora, tapi dia (Sora) keadaannya sudah kritis, jd tidak lama kemudian Sora bisa mati, jd Roxas langsung bertindak cepat. "Xion! Ayo bantu aku menggunakan 'Curaga' kepada Sora," seru Roxas kepada Xion. Xion langsung ikut membantu.
Mungkin saya tidak akan menceritakan cerita ini sampai selesai, tapi inti terakhir dri cerita ini: Pulau Destiny dan Kota Twilight menjalin hubungan yang baik dan tidak akan diadakan lg pertarungan utk Kota Twilight.
Wokeee selesai~ Haha panjang ya.. Karena ini sudah lama saya tulis di catatan saya. Kalau suka like yaa :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar